"Harapan kita jangan melakukan pembangkangan terhadap negara, ini pembakangan terhadap negara kalau mereka masih melakukan, kecuali kita mengabaikan kepentingan mereka. Tapi ini tidak merugikan mereka, kita carikan solusi supaya jasa pengguna kapal selamat dan mereka juga itu yang lebih penting," tandasnya.

Sebelumnya, rapat kerja dengan stekholder terkait termasuk DPRD Muna Barat dan Ketua DPRD Muna, Irwan meminta agar rute awal Kapal Cepat dikembalikan usai dilakukan pengalihan rute.

Baca Juga: Polemik Ombak Kapal Cepat Rute Kendari-Raha-Baubau di Pulau Cempedak Berujung Regulasi

Kata Irwan, hal tersebut menyangkut pelayanan transportasi masyarakat Muna, Muna Barat, Baubau yang dilewati setiap hari, yang jika dilakukan pengalihan rute semakin jauh dan ketika musim gelombang membahayakan banyak penumpang.

"Pelayanan kepada masyarakat kita khususnya Kabupaten Muna, Muna Barat yang hampir pasti melewati rute itu minimal 4 kali 1 Minggu karena dua kali jadi kira-kira itu mungkin, harapannya dikembalikan ke rute semula karena ini menyangkut banyak orang," kata Irwan.