Ditengarai saat ini masyarakat akan merasakan pengeluaran anggaran rumah tangga semakin mahal, seperti telah terjadinya pelonjakan harga-harga kebutuhan pokok yang diprediksi semakin terbuka merangkak naik dengan berkelanjutan, bahkan diyakini Pemerintah juga memungkinkan menghadirkan kebijakan kenaikan harga lainnya seperti rencana kenaikan iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).
Baca Juga: PSI Kehilangan Arah
Rencana Kenaikan Harga, Bukti Kegagalan Kinerja
Rencana Kenaikan HET Minyakita akan dinilai oleh publik sebagai kegagalan Zulhas sebagai Menko Pangan, ia dinilai tidak punya strategi menghadapi berbagai permasalahan terkait menstabilkan harga dalam pangan maupun kebutuhan pokok masyarakat. Kinerja buruk Zulhas telah merembes kepada kegagalan kinerja kementerian perdagangan, bahkan publik akan menganggap reshuffle terakhir Prabowo dengan menambah posisi Wakil Menteri Koordinator (Wamenko) bidang Pangan Hanif Faisol serasa percuma.
Patut diduga menghadirkan posisi Wamenko Bidang Pangan ditengarai karena Presiden Prabowo telah menyadari kegagalan Zulhas dalam kinerja sebagai Menko Pangan, hanya saja karena Zulhas adalah Ketua umum Partai (Partai Amanat Nasional/PAN), menyebabkan Prabowo bukan melakukan reshuffle terhadap Zulhas tetapi malah menguatkan posisi Zulhas dengan menghadirkan Hanif Faisol sebagai Wamenko Pangan. Keputusan ini sekaligus menjelaskan reshuffle kelima Presiden Prabowo bukan evaluasi atas kinerja, tetapi sekadar pembagian kekuasaan.
