Di ruangan kerjanya, Hadi menjelaskan awal kejahatan lima tersangka serta peran kelimanya.
Baca juga: Petugas Layanan Rapid Test Antigen Bandara Kualanamu Ditangkap Polisi
Brands Manager Kimia Farma Kota Medan yang berinisial PC dibantu dengan empat orang anggotanya yaitu DP, SP, MR dan RM sepakat melakukan pembuatan rapid test antigen tersebut dengan alat bekas pakai.
Dengan cara, alat rapid test yang sudah digunakan, dicuci bersih untuk digunakan kembali kepada pasien lain. Kelima tersangka itu merupakan karyawan apotik yang terkenal di Sumut, yaitu PT Kimia Farma Diagnostika.
"Kelimanya memiliki peran berbeda. Semalam sudah dijelaskan Kapolda. Yang penting, kasus ini masih kita lakukan pengembangan karena ada lagi tersangka baru. Itu kemungkinan besar ya," pungkasnya.
