"Sebagaimana dilansir dari beberapa media online nasional, sejumlah negara tersebut, di antaranya, Jerman, Swiss, Singapura, Korea Selatan, Amerika Serikat, Turki, menutup pintunya untuk warga negara Indonesia karena khawatir menjadi transmiter COVID-19," tambahnya menerangkan.
Menurutnya, pemerintah harus segera mengambil sikap dan menata ulang format kebijakannya.
Baca juga: Jakarta Darurat COVID-19, Anies Kembali Tetapkan PSBB
"Jangan menganakemaskan ekonomi tapi meninggalkan kesehatan. Jangan lagi ada pengabaian terhadap pendapat sains yang positif. Karena pandemi COVID-19 adalah bencana kesehatan, sudah seharusnya kembali pada kebijakan berbasis kesehatan," tuturnya.
Netty menuturkan, saat ini perkantoran, keluarga, bahkan tahapan Pilkada serentak 2020 telah menjadi klaster penularan COVID-19.
