SUMBA, TELISIK.ID - Kasus malaria terbanyak di Nusa Tenggara Timur terdapat di Pulau Sumba. Hal itu berdasarkan laporan pada sistem informasi malaria (sismal).

Konsultan Malaria UNICEF se-Pulau Sumba, Rensat Tino mengatakan, berdasarkan laporan kasus pada sismal, kondisi sampai Mei 2023, 85,72 persen kasus malaria di Nusa Tenggara Timur masih berasal dari Pulau Sumba.

Data itu kata dia, belum menggambarkan kondisi yang sebenarnya, karena masih ada kasus yang belum terlaporkan dari semua fasilitasi kesehatan dari 4 kabupaten se-Pulau Sumba.

Baca Juga: Oknum Polisi di Nusa Tenggara Timur Resmi Jadi Tersangka Pencabulan Gadis 16 Tahun

Ia menambahkan, secara endemisitasi sampai Mei 2023 Sumba Timur telah menjadi kabupaten endemis tinggi, Sumba Barat dan Sumba Barat Daya endemis sedang, Sumba Tengah endemis rendah.