Ia mencontohkan, banyak orang sukses karena kecerdasan intelektual seperti B.J. Habibie, namun tidak sedikit pula yang berhasil berkat keterampilan dan ketekunan, seperti atlet dan seniman.
Filosofi sederhana itu ia gunakan untuk menanamkan nilai bahwa setiap bakat layak dihargai. Masa SMA, katanya, adalah masa penjajakan jati diri —masa yang menentukan arah hidup seseorang.
“Kalau salah arah di masa ini, anak-anak bisa kehilangan waktu berharga. Tugas sekolah adalah menuntun mereka agar tidak salah jalan,” ujarnya penuh makna.
Baca Juga: Proyek Otak Manusia Buatan Ilmuwan Bikin Dunia Ketakutan
Bagi Ruslan, menjadi kepala sekolah bukan tentang jabatan, tetapi tentang pengabdian dan tanggung jawab terhadap masa depan generasi muda. Ia ingin SMAN 1 Kendari dikenal bukan hanya karena prestasinya, tetapi juga karena kehangatan dan perhatian terhadap setiap siswanya.
