MUBAR, TELISIK.ID - Pj Bupati Muna Barat, Bahri terus digoyang oleh oknum-oknum yang belum move on. Kebijakan Direktur Perencanaan Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) itu kerap disoroti oleh para pemerhati 'dadakan' mulai dari lokasi lahan pembangunan rumah jabatan, ganti rugi lahan perkantoran, lelang proyek dan penataan birokrasi.

Jubir Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muna Barat, Muhamad Fajar Fariki memaklumi kritikan para pemerhati itu, sebagai ajang mencari panggung dan perhatian, walaupun sebenarnya pandangannya terlalu subjektif dan kurang rasional.

"Kita maklumilah, kritikan-kritikan itu. Tetapi, bila mengkritik harus punya ilmu juga agar rasional dan memiliki nilai edukasi sehingga tidak lahir suatu stigma atau label defisit kecerdasan," kata Fajar, Rabu (14/9/2022).

Mantan Kabag Humas Pemkab Muna itu menyayangkan, permerhati muncul tiba-tiba saat Muna Barat dipimpin Pj Bupati, Bahri. Lantas jadi pertanyaan, 8 tahun terakhir, tak satupun yang kelihatan untuk mempersolakan banyaknya pejabat di non job, persoalan pembangunan infrastruktur dan obat-obatan kadaluarsa.

Baca Juga: Pejabat Kementerian Agama Deli Serdang Terancam Dicopot, Ini Sebabnya