Sementara itu, istrinya, Wa Maena (43) bekerja sebagai cleaning service di salah satu Sekolah Menengah Atas (SMA) yang ada di Desa Maabhodo, dengan penghasilan Rp 250.000 perbulan.

Penghasilan suami istri itu tentu saja tak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Apalagi dua orang anaknya sudah kuliah di salah satu perguruan tinggi di Kota Kendari. Sementara si bungsu masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP).

“Jika mengingat dua orang anak saya yang sedang ada di perantauan, sedangkan penghasilan saya dan istri sama sekali tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Tapi mau diapa, harus dicukup-cukupkan saja yang penting anak bisa tetap sekolah,” katanya.

Rumah yang La Ro dan keluarga tempati sekarang sebetulnya tidak layak huni, apalagi dengan ukuran yang sangat sempit dan dinding rumahnya bolong-bolong dan lapuk.

Baca juga: Faktor Ekonomi, Lima Anak Pemulung Terpaksa Berhenti Sekolah