Kekalahan petahana menarik untuk didiskusikan mengingat petahana memiliki segala-galanya sehingga sebelum bertarung saja petahana sudah punya modal 30 persen, kekalahan petahana tidak lain   disebabkan oleh 3 faktor, yaitu faktor program kerja petahana selama lima tahun tidak mengakar dan populis.

Petahana sudah bekerja tetapi masyarakat yang menilai dan merasakan dan memberikan keputusan untuk mengakui atau tidak akuntabilitas petahana selama 5 tahun memimpin terlihat dari hasil 9 Desember 2020.

Terbukti dari hasil survey petahana unggul jauh atas penantang dari aspek popularitas tapi kalah pada elektabilitas.  

Baca juga: Jangan Jadi Calon Pemimpin Pembohong

Kedua, faktor strategi pemenangan dengan memaksimalkan mesin politik, strategi pemenangan sebagai kumpulan aktivitas yang dilakukan baik secara sistematis (by design) atau tidak (improvisasi) yang memberikan kontribusi pada kristalisasi dukungan pemilih (elektabilitas) maka setidaknya ada beberapa strategi dan saluran yang digunakan oleh para paslon pada pemilihan serentak 2020 yang secara  garis besar dapat disebut sebagai jalur mesin partai (struktural) dan jalur non-struktur partai.