Sejumlah penelitian kesehatan menunjukkan proporsi korban kekerasan seksual yang mengalami trauma tergolong tinggi. Dalam publikasi ilmiah yang dikutip tenaga medis, sebagian besar korban melaporkan gejala trauma berkepanjangan, sementara sebagian lainnya berkembang menjadi PTSD.
Baca Juga: Puber Kedua Dimulai Usia 40 Tahun dan Dorongan Hubungan Ranjang Deras? Begini Fakta Medisnya
Gejala tersebut dapat berlangsung berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun apabila tidak mendapatkan pendampingan psikologis. Kondisi ini berpotensi mengganggu pekerjaan, relasi sosial, serta aktivitas harian.
Secara klinis, gejala PTSD tidak selalu terlihat secara langsung. Korban dapat tampak baik-baik saja, namun mengalami tekanan batin yang intens. Beberapa orang menghindari tempat atau situasi yang mengingatkan pada kejadian traumatis.
Sebagian lainnya mudah terkejut, sulit tidur, atau mengalami mimpi buruk berulang. Reaksi ini muncul sebagai bentuk pertahanan diri tubuh terhadap memori yang dianggap mengancam.
