Baca Juga: Kekerasan Seksual Ayah ke Anak Kandung di Muna Barat Dilakukan Sejak SD, Pemeriksaan Masuk Penyidikan

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa kasus kekerasan yang tidak dilaporkan karena masyarakat masih menganggap hal tersebut tabu untuk dibicarakan.

"Ironisnya lagi kalau kita identifikasi jenis kekerasannya, kekerasan seksual yang lebih menonjol," ungkapnya.

Selain itu, masalah lain yang juga menjadi perhatian serius adalah tingginya angka pernikahan anak di daerah tersebut. Pada tahun 2022, angka pernikahan anak di Sulawesi Tenggara tercatat sebesar 12,6%, jauh lebih tinggi dari angka nasional yang hanya 8,06%.

Meskipun pada tahun 2023 angka tersebut sedikit menurun menjadi 10,43%, namun permasalahan ini tetap menjadi salah satu prioritas untuk ditangani.