Bagi Arifin, harga membaik ini---meskipun saat umurnya telah mencapai 58 tahun--- betul betul menjadi sinyal bagus. “Petani di daerah yang jauh ini seringkali tidak diperhatikan. Tak ada yang peduli dengan harga.”
Baca Juga : Kagilia
Ia melanjutkan, begitu harga kelapa membagus, Rp 1,300- 1,400 per butir, semangat 56 kepala keluarga tak terbendung. “Anak anak bahkan ikut merasakan kegembiraan. Dalam keadaan libur, mereka yang datang ke dome untuk membantu mengupas kelapa. Mereka mendapatkan Rp 80 rupiah per kelapa dan bisa mengerjakan hingga 300 kelapa.”
Tentu bukan hanya Arifin saja yang menikmati panen kelapa, tapi juga sekitar 56 kepala keluarga di Desa Peteteaa merasakan kegembiraan yang sama. Salah satunya Darson. “Saya senang, sekarang pendapatan saya bisa lebih dari satu juta sebulan,” katanya. Ia pria muda berusia 23 tahun.
Kelapa atau dalam literatur kuno Indian biasa disebut dengan ‘kalpa vrisksha’ yang artinya pohon yang menyediakan semuanya untuk hidup. Tidak hanya kayunya, tapi juga isi sebagai makanan dan sebagai minyak.
