Diseksi aorta adalah kondisi serius yang melibatkan robekan pada lapisan dalam pembuluh darah besar atau aorta, yang dapat mengakibatkan kematian mendadak jika tidak segera ditangani.

“Mereka yang meninggal mendadak dan berusia di bawah 30 tahun kemungkinan mengalami penebalan tidak normal pada otot jantung (kardiomiopati hipertrofi), arteri koroner berada di tempat yang salah atau kelainan sejak lahir (anomali koroner kongenital), miokarditis atau aritmia (kelainan detak jantung),” jelas Prof. Tan, seperti dikutip dari CNBC Indonesia, Rabu (2/10/2024).

Prof. Tan juga menambahkan bahwa laki-laki memiliki risiko dua kali lebih besar mengalami henti jantung di luar rumah sakit (OHCA) dibandingkan perempuan.

Berdasarkan data OHCA dari Yayasan Jantung Singapura pada 2019, sebanyak 36,2 persen dari kasus kematian mendadak terjadi pada orang-orang yang berusia di atas 65 tahun. Hal ini menunjukkan bahwa usia lanjut menjadi faktor risiko utama terjadinya kematian mendadak.

Namun, kematian mendadak pada usia muda masih jarang terjadi. Meskipun demikian, risiko tersebut tetap ada, terutama jika seseorang memiliki kelainan jantung bawaan atau masalah kesehatan yang tidak terdiagnosis.