"Jadi kalau dikatakan bermain, kan lucu ya, 2,5 persen gitu. Kalau mencapai 30 persen, 50 persen itu okelah bisa dikatakan bahwa GSI ini ada bermain-main. Tapi hanya 2,5 persen," lanjutnya.

Baca Juga: Berbicara Dalam Meeting C40, Anies Usulkan Tiga Agenda untuk COP 26

Baca Juga: Lindungi Anak-Anak, Komisi IX DPR Sambut Baik Izin Vaksin untuk Usia 6-11 Tahun

Menurut Arya, di GSI sendiri, memang ada yang namanya Yayasan Adaro sebagai pemegang saham dan ini adalah yayasan kemanusiaan, sahamnya hanya 6 persen.

GSI itu hanya 2,5 persen melakukan tes PCR di Indonesia, setelah itu Yayasan kemanusiaan Adaronya hanya 6 persen. Jadi bisa dikatakan, yayasan kemanusiaan Adaro ini sangat minim berperan di tes PCR.