Baca Juga: Gagal Blokir Rekening Bank Nasabah, PPATK Kembali Bidik e-Wallet Nganggur

Dengan demikian, defisit APBN diproyeksikan mencapai Rp638,8 triliun atau setara dengan 2,48 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Angka ini mencerminkan strategi pemerintah untuk tetap menjaga keberlanjutan fiskal di tengah kebutuhan belanja yang besar.

Sri Mulyani menegaskan bahwa pemerintah harus berhati-hati dalam mengelola belanja negara agar tetap seimbang antara kebutuhan pembangunan dan kemampuan fiskal. Kenaikan gaji PNS, menurutnya, belum menjadi prioritas karena dapat menambah beban anggaran yang saat ini lebih difokuskan pada sektor lain yang dianggap lebih mendesak.

“Ruang fiskal kita masih terbatas, sehingga belanja diarahkan ke program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat luas,” jelas Sri Mulyani dalam kesempatan tersebut. (C)

Penulis: Ahmad Jaelani