“Layanan QRIS lebih diutamakan karena terjamin, semua pembayaran langsung masuk ke kas daerah tanpa adanya penyimpangan,” jelasnya.
Satria memastikan bahwa Kendari, sebagai ibu kota provinsi, memiliki jaringan yang stabil tanpa area blank spot, dan mayoritas masyarakat sudah memiliki ponsel dan akses mobile banking yang mendukung kebijakan ini.
“Sistemnya menggunakan barcode yang disiapkan untuk petugas parkir. Sejak tahun 2022, kami sudah memiliki program dan kerjasama untuk penerapan QRIS ini,” tambahnya.
Baca Juga: Dishut Sultra Dapat Penghargaan BPS karena Data Sensus Pertanian
Namun, beberapa petugas parkir masih bingung dengan penerapan pembayaran menggunakan QRIS. Daeng, salah satu penjaga parkir di pelataran eks MTQ, mengaku bahwa ia dan rekan-rekannya belum pernah menerapkan sistem pembayaran tersebut.
