Dengan memarkan paha-paha menggoda, Wiwin (28) bersama rekan seprofesinya pun sering kali melambaikan tangan terhadap para pengguna jalan di kawasan itu, dengan harapan tawaran cinta yang di jajakannya disambut oleh pria hidung belang.
"Hampir tiap malam kita mangkal di sini, tapi sekarang agak sunyi sih," pungkasnya.
Baca juga: Kendari Undercover: Kios Tempat Mangkal Para Wanita Sang Penyaji Cinta
Wiwin sang pelayan cinta ini juga mengaku sebagai seorang penduduk pendatang. Di Kendari, ia tinggal bersama teman seprofesinya di sebuah kos-kosan. Berkisar empat tahun ia menjalani profesinya sebagai pelayan cinta.
Tak ada penyesalan yang tampak dari wajahnya, senyum yang ia pancarkan seakan menikmati pekerjaan gelap itu.
