Muhammad Yusuf mengungkapkan, dengan adanya larangan mudik, ia memperkirakan suasana penumpang di pelabuhan penyeberangan akan sama seperti tahun 2020 lalu, dimana tahun itu masyarakat juga dilarang mudik karena situasi pandemi COVID-19.
"Tidak seberapa (penumpang) seperti hari-hari biasa," ungkapnya.
Diketahui, saat ini ada dua kapal feri yang beroperasi Torobulu-Tampo, begitupula sebaliknya.
Baca Juga: Kepala BKPSDM Sebut Mutasi Guru untuk Peningkatan Kompetensi
Kedua kapal itu yakni KM Nuku dan KP Pulau Rubiah. Masing-masing empat trip setiap hari, terkecuali Selasa.
