Menurutnya, di tengah derasnya arus informasi digital, keberadaan pers yang profesional dan beretika menjadi penyeimbang agar peserta didik tidak mudah terpengaruh hoaks dan informasi yang menyesatkan.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara dunia pendidikan dan insan pers, khususnya dalam mendorong budaya membaca, menulis, serta penguatan literasi media di kalangan pelajar.
Baca Juga: Ribuan Tenaga Honorer Kota Baubau Resmi Terima SK PPPK Paruh Waktu
“Kami berharap pers dapat terus menjadi mitra strategis sekolah, baik dalam menyuarakan capaian pendidikan, mengangkat praktik baik di sekolah, maupun memberikan edukasi literasi media kepada peserta didik,” tambahnya.
Yuwono menilai kemajuan pendidikan dan kualitas pers merupakan dua hal yang saling berkaitan. Pers yang sehat akan melahirkan masyarakat yang cerdas, sementara pendidikan yang kuat akan menciptakan generasi yang kritis terhadap informasi.
