Pemberantasan Korupsi dan Harapan Publik

Kebocoran OTT KPK mulai diusut oleh lembaga anti rasuah, jika benar terjadi, menunjukkan keroposnya upaya penegakan hukum. OTT sangat bergantung pada kerahasiaan. Ketika informasi bocor, bukan hanya pelaku yang berpotensi lolos, kehilangan barang bukti juga riskan terjadi. Akhirnya OTT yang dianggap memudahkan proses pembuktian dan adanya barang bukti, malah dapat menjadi persoalan serius ke depannya.

Kebocoran OTT KPK juga akan dapat memunculkan pertanyaan besar: siapa yang diuntungkan dan dirugikan dalam kebocoran OTT KPK ini? Masyarakat tentu berhak curiga apabila peristiwa semacam ini terus berulang tanpa ada pertanggungjawaban yang jelas dari KPK untuk menunjukkan adanya pembenahan menyeluruh institusinya.

Baca Juga: Putusan MK dan Polemik Wamen Rangkap Komisaris

Di saat yang sama, hubungan Polri dan Kejaksaan yang diberitakan memanas, saat ini sedang menjadi sorotan publik, sehingga menimbulkan kekhawatiran. Penegakan hukum yang ideal seharusnya menampilkan koordinasi dan sinergi, bukan kompetisi yang dipertontonkan di ruang publik, bahkan nyeleneh jika semangat kelembagaannya terkesan membela koruptor para pejabatnya.