Agama ini pertama kali didokumentasikan pada tahun 1946 oleh patroli pemerintah Australia, dan kemunculannya bersamaan dengan konflik Perang Dunia Kedua.
Karena sering melihat pesawat mengirimkan makanan dan perbekalan kepada penduduk pulau, suku Vanuatu mulai percaya bahwa seorang Mesias akan membawa kargo tersebut kepada mereka.
Dengan demikian, pemandangan pesawat di udara selalu mendorong mereka untuk membangun replika, sebuah tindakan yang mereka yakini akan mendatangkan lebih banyak berkah.
Baca Juga: Kuliner Ekstrem Afrika: Burger Unik Terbuat dari Ratusan Ribu Nyamuk, Begini Rasanya
“Selama perang dunia, mereka melihat pesawat mendarat dengan membawa banyak bahan logistik. Hingga menyebabkan suku Vanuatu juga ingin mendapatkan hal yang sama. Mereka pun telah mengatur untuk membuat landasan pacu, serta api di sepanjang sisi landasan pacu. Lalu, mereka menunggu pesawat untuk mendarat juga ke wilayah Vanuatu," ungkap seorang ahli Astrofisika, Dr Richard Feynman dikutip dari Okezone.
