Baca Juga: Masa Jabatan Berakhir Oktober Mendatang, SKI: Pembangunan Belum Terealisasi Sekitar 70 persen
Keterampilan yang diajarkan kepada warga binaan, kata dia, adalah yang berhubungan dengan perempuan, seperti membuat tas, tempat tisu, bosara, bahkan ada tata boga.
Tentunya berbagai hasil kerajinan tangan yang dihasilkan oleh warga binaan, membutuhkan sebuah ruang untuk diperkenalkan kepada publik, bahwa warga binaan Lapas bisa menghasilkan karya yang mempunyai nilai jual.
"Biasanya kita pamerkan kalau ada event saja dan itu sangat terbatas. Untuk itu, kita menggandeng Pemkot, untuk bersama-sama mambantu agar hasil karya warga binaan bisa dipasarkan. Sehingga ke depan, mereka memiliki kepercayaan yang baik, bahwa kerajinan yang dihasilkan itu bisa bernilai ekonomis," jelasnya.
Sementara itu, Ketua IPSM Kendari, Sri Lestari Sulkarnain mengungkapkan bahwa hasil karya warga binaan Lapas akan dipamerkan di berbagai event nantinya.
