Motif pelaku melakukan itu karena ketua geng motor "Neleng" tidak terima rumah orang tuanya diserang oleh pihak korban.
"Jadi, antara korban dan pelaku merupakan anggota geng motor, korban geng motor atau komunitas 234 SC. Ketua geng motor berinisial MTH tidak senang terhadap kubu korban karena menyerang rumah orangtuanya. Sehingga tawuran terjadi dan menyebabkan korban meninggal dunia. MTH lah orang yang menembak korban," tuturnya.
Kondisi korban ditemukan tidak bernyawa mengalami luka tembak di bagian dadanya. Pelaku menggunakan senjata air suft gun dan senapan angin dan membuat korban meninggal dunia.
"Setelah melakukan insiden itu, pelaku langsung melarikan diri. Polisi yang mendapatkan peristiwa itu langsung melakukan pengejaran dan tidak sampai 24 jam pelaku akhirnya bisa ditangkap," tuturnya.
