Namun demikian, kaya Mantan Ketua KPU Provinsi Sultra ini, sejak awal JaDI telah menyarankan bahwa idealnya Pilkada tak digelar di situasi pandemi.

Sebab, bagaimana pun protokol kesehatan dirancang, Pilkada tetap memaksa orang-orang untuk melakukan pertemuan. Padahal, hal itu berpotensi menyebarkan virus.

Baca juga: Ada 622.146 Pemilih Sementara di Pilkada Sultra, Berikut Rinciannya

"Sebetulnya situasi Pilkada tidak ada hubungannya dengan situasi pandemi. Tahapan Pilkada itu kan tahapan yang orang ketemu, berkumpul, sementara pandemi kan tidak seperti itu, harus jaga jarak, harus lebih banyak di rumah," tuturnya.

Penundaan bisa dilakukan tidak sampai pandemi COVID-19 benar-benar berakhir, tapi setidaknya hingga situasi sudah membaik.