Baca Juga: KPK Bersama Pemprov Sulawesi Tenggara Gelar Rakor Pengolahan Sampah jadi Energi Terbarukan
Harmin menambahkan, target dia adalah skala industri sehingga harus menggunakan sistem paylet, dengan luas TPA 5 hektare hanya membutuhkan investasi dana awal sebesar Rp 10 miliar dan masalah sampah teratasi, tenaga kerja dimanfaatkan, masalah lingkungan terselesaikan dan banyak multiplayer efek yang didapatkan. Jika hanya membangun TPA baru membutuhkan dana sebesar Rp 25 miliar.
Jumlah sampah di Konawe secara keseluruhan sebesar 108 ton per hari dan yang masuk ke TPA hanya 18 ton dengan penyumbang sampah terbesar yaitu sampah rumah tangga. Sampah masyarakat yang tersebar di kecamatan dibuang ke sembarang tempat sehingga nanti dibuat kebijakan semua sampah di kecamatan akan dikumpulkan di industri pengolahan sampah cacah atau paylet tesebut.
Sementara itu Direktur Pengembangan Biomassa PT. PLN EPI, Antonius Aris merespons tawaran kerja sama tersebut, sangat mendukung program pemerintah dalam penurunan emisi bauran energi termasuk kemandirian, ketahanan energi, dan ekonomi kerakyatan.
Baca Juga: DLH Kembangkan Fasilitas Pengelolaan Sampah Terpadu untuk Mendukung Penataan Kota Kendari
