Dari sarana dan prasarana sekolah ini telah menggunakan kursi dan bangku, seperti di sekolah modern milik Belanda. Di masa itu merebak pemikiran bahwa apapun yang datang dari orang kafir, termasuk menggunakan sarana prasarana yang sama dengan milik orang kafir  (baca Belanda) termasuk dalam kelompok kafir itu.

Ki Dahlan juga memadukan sistem pendidikan gubernermen dengan sistem pendidikan Islam. Di kisaran masa itu, ada dualistik pendidikan yaitu, pesantren yang mengajarkan kitab kuning dan pendidikan Belanda yang mengajarkan ilmu-ilmu eksak dan pengetahuan umum. Pemikiran ini telah kita adopsi saat ini. Ki Dahlan mengintegrasikan itu, mengintegrasikan islam dan ilmu, dan kita lakoni hingga kini.

Baca juga: Manarfa, Sosok Pendidikan di Buton

2. Pendidikan semesta

Selain memberikan pembelajaran kepada laki-laki, Ki Dahlan juga memberikan pengajaran kepada kaum ibu muda dalam forum pengajian Sidratul Muntaha. Bahkan pada suatu kesempatan Ki Dahlan pernah memotivasi kaum perempuan untuk belajar benar-benar seperti yang ditempuh oleh laki-laki.