Baca Juga: Izin Praktek RS-Dokter Terlibat Mendongkrak Jumlah Tagihan JKN Bakal Dicabut
Peristiwa Kudatuli, yang terjadi pada 27 Juli 1996, adalah saat Kantor Pusat PDI diserang, menyebabkan kerusuhan yang meluas hingga ke beberapa ruas jalan di Jakarta seperti Salemba.
Hasil penyelidikan Komnas HAM mencatat lima orang tewas, 149 terluka, dan 23 orang hilang. Pemerintah saat itu menuduh aktivis Partai Rakyat Demokratik (PRD) sebagai penggerak kerusuhan dan melakukan penangkapan serta pemenjaraan aktivis PRD, termasuk Budiman Sudjatmiko yang dihukum 13 tahun penjara, bersumber dari wikipedia.org.
Dokumen dari Laporan Akhir Komnas HAM menunjukkan bahwa rapat pada 24 Juli 1996 di Kodam Jaya dipimpin oleh Kasdam Jaya Brigjen Susilo Bambang Yudhoyono, memutuskan penyerbuan kantor DPP PDI. Dokumen juga mengungkapkan bahwa penyerbuan itu adalah inisiatif Markas Besar ABRI dan Badan Intelijen ABRI, dengan pasukan pemukul Kodam Jaya yang melakukan serangan, disamarkan sebagai massa PDI pro-Kongres Medan.
Rekayasa pemerintahan Orde Baru untuk menggulingkan Megawati melalui Kongres PDI di Medan menghadapi perlawanan pendukung Megawati dengan menggelar mimbar bebas di Kantor DPP PDI. Mimbar bebas ini berhasil membangkitkan kesadaran kritis rakyat terhadap politik Orde Baru. Ketika terjadi pengambilalihan secara paksa, rakyat pun melawan.
