Dalam pengakuannya, pekerja serabutan ini menyatakan hampir tidak ada barang-barang yang dapat diselamatkan.
"Tinggal sisa-sisa api saya dapatkan, Damkar sudah di sini sementara memadamkan. Langsung tidak ada barang diselamatkan, ijazahnya anak-anak saja, surat-surat penting, semua terbakar. Barang sembako dicampur semua barang-barang peralatan elektronik lainnya terbakar. Yang terselamat itu bajunya anak-anak yang dipakai di badannya, bahkan pakaian sekolahnya pun anak-anak terbakar semua," katanya.
Baca Juga: Kenang 40 Hari Mendiang Agista Ali Mazi, Keluarga Gelar Ritual Memberi Makan Anak Yatim
Baca Juga: Kasus COVID-19 di Kendari Sisa 400, Sempat Melambung hingga 1.120
Meski begitu, pria berumur 48 tahun itu masih tetap menunjukkan rasa syukur dalam kejadian ini.
