Ani pun berhasil mewujudkan ambisinya di tahun berikutnya saat ia kelas 6 SD. Sebagai juara ia berhak bertanding ke Jakarta. Namun, sesampai di Ibukota ia baru tersadar bahwa ilmu bulutangkis yang dimilikinya ternyata belum apa-apa dibanding anak-anak di Jawa.

Baca juga: Jutaan Ibu Hamil Akibat Lockdown

Perjalanan karir Ani pun tak berjalan mulus. Mulai dari cibiran, orang tuanya yang serba kekurangan yang harus menggadai emas untuk bisa memberikan fasilitas untuk Ani agar bisa bermain bulutangkis.

“Emang betul dulu orang tua sempat menggadai perhiasan juga, karena ini dorongan dari opande dan almarhumah omande juga. Ada beberapa orang yang menyepelehkan atau meremehkan, waktu itu dibilang saya pendeklah, nggak mungkin jadi atlet orangnya pendek. Tapi orang tua bilang terus jalan,” ungkap Ani.

Memulai karir profesional di akhir tahun 2011, Apriyani ke Jakarta. Kala itu ia bersama pak Akip sebagai pengurusnya mengantarkannya untuk memulai berkarir profesional . Pak Akip mempunyai teman dekat bernama Pak Yuslan. Dimana Yuslan ini berteman juga dengan Mantan pemain Bulutangkis Indonesia Icuk Sugiarto.