Baca Juga: Takjub dengan Ibadah Puasa, Jadikan Gadis Korea Ini Mualaf

Medengar hal itu, sontak teknisi listrik tersebut memberikan komentar serupa bahwa tragedi pemboman tersebut sangat ekstrem. Kemudian, teknisi listrik menanyakan satu hal mengenai Islam kepada Maryum.

“Apa yang anda pikirkan mengenai orang-orang Islam yang normal (bukan ekstrem),” ungkap Maryum meniru perkataan sang teknisi listrik.

Kepada sang teknisi listrik Maryum mengatakan bahwa ia tidak tahu tentang hal itu dan ia juga tidak memiliki seorang pun teman muslim. Sehingga sejak saat itu, timbul keinginan Maryum untuk mengetahui dan mempelajari Islam dengan membaca Al-Qur’an. Ia termotivasi dengan isi kitab suci  tersebut sehingga ia sudah membaca Al-Qur’an sebelum mualaf.

Baca Juga: Kisah Gadis China Mualaf di Jepang Mantapkan Diri hingga Bercadar