Sebagai guru Agama Islam, dia berasal dari Tanah Wolio. Awalnya dia meninggalkan kampung halamannya di Buton untuk mengejar cinta gadis pujaannya yang berasal dari Pulau Tomia.

Baca juga: Dedikasi Tak Terbatas Pengajar Anak Berkebutuhan Khusus

Zulka tahu betul, menjadi guru honorer tentu tidaklah mudah. Dirinya harus menafkahi anak dan istrinya dengan gaji yang pas-pasan.

Di saat awal mengajar, Zulka hanya menerima honor sebesar Rp 500 ribu per semester. Dalam arti dia harus menunggu 6 bulan agar dapat menerima upah. Sudah mencoba mengikuti tes CPNS 4 kali tapi tidak lolos, sebenarnya dia masih berminat mengadu nasib menjadi PNS, tapi umurnya tidak memungkinkan lagi.

Zulka berkisah, meski tak lolos menjadi PNS, dia tetap bersyukur karena sekarang dia memiliki SK dari bupati dengan gaji 500 ribu per bulan. Tapi itupun tidak permanen karena ada saat dirinya harus menerima bahwa namanya tidak terdaftar dalam SK karena ketatnya persaingan.