Itulah prinsipnya, tidak ada jam pasti untuk pulang, semua tergantung seberapa cepat dagangannya laku.
Dengan penghasilan rata-rata Rp 50.000 per hari, Bendrong harus pintar-pintar memutar otak untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Angka tersebut tentu jauh dari kata cukup, namun ia tak pernah mengeluh. "Uang yang saya dapatkan ini untuk beli beras, lauk-pauk, dan jajan anak-anak di rumah," tambahnya.
Kisah Bendrong adalah cerminan dari perjuangan hidup yang tak kenal lelah. Ia adalah salah satu dari sekian banyak pahlawan tanpa tanda jasa yang berjuang di balik layar kehidupan kota. Semangatnya menjadi inspirasi bagi kita semua, bahwa dengan tekad dan kerja keras, setiap tantangan bisa dilalui demi orang-orang tercinta. (C)
