Baca juga: Histeria Mahasiswi Indonesia di Negeri Episentrum Corona
Mengajar anak autis berbasis daring adalah kerumitan bin kepelikan. Secara, tatap muka langsung saja perkembangan anak didiknya menggerumit, lamban.
Kebijakan sekolah mengikuti instruksi pemerintah untuk merumahkan seluruh insan pendidikan. Terapis dan anak didik diliburkan sampai batas waktu pagebluk ini usai.
Anak didik belajar di rumah. Pihak sekolah mengirimkan materi, lalu orang tua yang mengambil peran sebagai terapis. Pihak sekolah memantau via daring dari video yang dikirimkan oleh orang tua anak didik.
Kini, rindu menggebuknya, membuat sesak-sumpek dalam dadanya. Ia tak sabar nian menanti saat-saat pagebluk usai, bak anak gadis yang menanti sang pujaan hati.
