Karena keraguan yang dirasakannya, Samanta terdorong untuk mulai menjelajahi berbagai kepercayaan lain, termasuk Hindu dan Buddha, di luar lingkup agama yang ia kenal sejak lahir.
Baca Juga: Demi Mualaf, Ibu Ini Rela Dijauhi dan Dibenci Keluarga hingga Ayahnya Wafat
Untuk mendapatkan titik terang yang dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan yang selama ini menghantuinya, ia turut membaca berbagai literatur mengenai agama Protestan.
Dari semua agama yang ia pelajari, ada satu yang paling menggetarkan sanubarinya dan memberinya ketenangan: Islam. Ajaran-ajarannya terasa begitu logis dan sesuai dengan suara hati nuraninya.
Dalam setiap ayat yang ia baca dan setiap doa yang ia dengar, ia menemukan kedamaian dan ketenangan yang mendalam
