Baca Juga: Hidup Menumpang di Lahan Orang, Pemulung Lansia Ini Pernah Dituduh Pencuri

Nur Hidayat sejak bertahun-tahun yang lalu sudah menggeluti pekerjaan membuat sapu. Sapu-sapu yang sering di jualnya di pinggir jalan adalah hasil dari kerajinan tangannya sendiri. Bahan membuat sapunya diambil dari kota yang jauh kemudian diolahnya menjadi sebuah kerajinan tangan.

Semasa gadis, saat masih berada di Ambon ia adalah seorang penjahit. Tidak hanya menjahit, kerajinan lain pun digeluti Nur Hidayat saat itu, seperti membuat kurungan ayam, sapu ijuk dan sapu lidi dari rotan dan bambu. Anyaman lain yang berbahan wol juga bisa dibuatnya menjadi sebuah tas dan kerajinan tangan yang menghasilkan. namun sejak melahirkan 3 orang anaknya, ia lebih berfokus hanya membuat sapu lidi karena lebih mudah.

Kemampuan membuat bermacam-macam kerajinan yang dimilikinya semasa gadis dulu, membuatnya sangat bersyukur karena sampai hari ini ia masih tetap bisa hidup.

"Saya memang hanya tamatan Madrasah Ibtidaiyyah, tetapi ibu saya dulu adalah guru Sekolah Kepandaian Putri (SKP), semua kerajinan tangan yang ibu saya ketahui diajarkan ke saya. Ibu saya meninggal saat saya kelas 6 sekolah dasar (SD). Saya di ajar mandiri sejak kecil. Kerajinan yang diajarkan ke saya menjadi kenang-kenangannya untuk saya," kata Nur Hidayat penuh haru. Sabtu (2/4/2022)