Ia mengemukakan, apa yang ditinggalkan untuknya saat itu, semua adalah hasil ajaran almarhum ibunya dan bisa sangat berguna baginya sampai hari ini.
Suaminya dahulu sebelum meninggal adalah pengganti imam sholat di kantor Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK). menurut penuturan Nur Hidayat menjadi imam ataupun guru ngaji adalah pekerjaan yang mulia jadi, orang tuanya sejak dulu tidak mengajarkan untuk menerima sepeserpun dari pekerjaan itu.
"Jika tidak ada yang imami sholat di kantor BPK, suami saya yang biasa menggantikan," terang Nur Hidayat.
Mulai dari pagi hingga menjelang sore, ia duduk menjajakan sapu di pinggir jalan. Walau hasil jualan yang kadang tidak menentu tudak membuatnya menyerah.
Baca Juga: Demi Bantu Ekonomi Keluarga, Pelajar Ini Jadi Buruh Pikul di Pasar
