University of Pennsylvania yang juga merupakan tempat kuliah Presiden Amerika Donald Trump, terpaksa meliburkan dan menghentikan seluruhnaktifitas perkuliahan, yang diikuti instruksi presiden kampus.
“Presiden kampus pun, sudah menetapkan bahwa dengan kondisi ini, seluruh perkuliahan akan dilakukan secara daring hingga akhir semester. Beliau juga meminta untuk meniadakan seluruh kegiatan yang melibatkan massa di dalamnya. Konferensi yang ingin saya ikuti pun harus dibatalkan dengan keadaan ini,” ujar Wawan yang juga alumni UHO tahun 2019.
Baca Juga : Sekda Mengaku Tak Tahu Soal Perubahan Perbup TPP
Penerima beasiswa Fulbright itu, mengatakan bahwa, Amerika Serikat yang saat ini, statusnya menjadi negara keenam terbanyak yang masyarakatnya terjangkit virus corona. Dengan jumlah sekitar 19.429 kasus hingga saat ini, menurut www.worldometers.info/coronavirus/.
“Situasi ini juga membuat beberapa hal menjadi sangat berbeda, misalnya kebanyakan masyarakat di sini akhirnya memilih untuk melakukan self-quarantine (tidak bepergian) dengan melakukan aktifitas sehari-hari seperti bekerja, belajar dan berolahraga di rumah. Hal ini dilakukan agar kurva penyebaran virus dapat menurun dan membantu pihak medis untuk menangani pasien yang terjangkit covid 19 dengan lebih mudah dan efektif. Banyak juga yang melakukan olahraga di luar rumah di pagi buta sehingga dapat menjaga jarak dari orang lain,” terangnya.
