Di waktu pagi hingga siang, digunakan Yayat untuk menjadi penjahit sepatu. Sedangkan sore hingga malam hari sebagai penjual gorengan yang juga ditemani sang istri.

Baca Juga: Cerita Pedagang Siomay, Jualan Keliling Kampung Demi Rupiah

Sebelumnya, Yayat adalah seorang sopir truk. Namun karena usia yang sudah mulai menua dan penglihatannya mulai terganggu, ia memutuskan beralih menjadi penjahit sepatu.

Pendapatan yang ala kadarnya tidak mengurangi ketekunannya. Karena menurutnya hanya itulah yang membuatnya bertahan hingga saat ini.

Salah seorang pelanggan yang menjahit sepatu, Eby mengatakan, ia baru tahu kalau di Jalan Lamuse ada penjahit sepatu. Selama ini ia tidak pernah melihat Yayat karena jarang lewat disitu pada siang hari.