Sambil berlinang air mata, Wasriah menceritakan kebingungannya. Dia kesulitan menjalani hidupnya dengan kondisi yang tidak normal lagi. Betapa tidak, ia harus membiayai tiga orang anaknya yang masih sekolah, ditambah lagi harus membayar uang kos setiap bulan.

Baca Juga: Pengacara Razman Arif Nasution Mangkir Pemeriksaan Penyidik Polda Sumatera Utara

"Dari mana saya bisa dapatkan uang sementara di Kota Kendari saya tidak punya keluarga," ujarnya pilu.

Wasriah mengaku bercerai dengan mantan suaminya karena tidak tahan hampir setiap hari mendapatkan siksaan dari suaminya. Suami keduanya itu sudah sering ia laporkan ke polisi namun tidak juga berubah.

Hingga dirinya tidak tahan lagi ketika anak tertua dari suami pertamanya dianiaya oleh tersangka hingga lengan kirinya patah, dan iapun mengajukan gugatan cerai.