Kemudian, Rizki juga menceritakan setelah kedua orang tuanya meninggal, ia berpisah dengan beberapa saudaranya. Ia diasuh oleh pamannya hingga disekolahkan.
Setiap hari ia menjual ikan asap mulai pukul 15:00 sore hingga pukul 20:00 malam. Ia menjalani kesehariannya dengan penuh harapan dan cita-cita, hingga waktu bermainnya banyak digunakan untuk membantu sang paman.
Meskipun menghadapi banyak tantangan dalam hidupnya, dia tetap memiliki semangat dan impian yang kuat untuk menggapai cita-cita.
Sang Paman, Andri mengaku, tak pernah menyuruh ataupun memaksa Rizki untuk menjual ikan asap, namun keinginan dari dirinya sendiri.
Baca Juga: Perjuangan Seorang Ibu Jualan Ikan Panggang Demi Sekolahkan Anak di Bundaran Kantor Gubernur Sultra
