Selain itu, warga juga mengkritik pembangunan deker dengan anggaran besar senilai Rp 23 juta, yang hanya mencakup dua item pekerjaan.

Baca Juga: Inspektorat Muna Selidiki Dugaan Penyalahgunaan Dana Desa Ghonsume

Meskipun bahan yang tersedia di lapangan dapat dihitung, jumlahnya tidak sesuai dengan RAB dan volumenya dianggap kurang, terutama dalam hal kelebaran.

Rifin, salah satu anggota BPD setempat, juga menyoroti pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT) yang hanya dikerjakan sepanjang 571 meter, padahal dalam perencanaannya jalan tersebut memiliki panjang 1.410 meter.

Rifin mengungkapkan, hal ini diketahui setelah ia dan warga melakukan pengecekan langsung di lapangan, termasuk pengukuran ketebalan dan lebar jalan. Meski anggaran yang disediakan mencapai Rp 180 juta, volume pekerjaan yang terwujud di lapangan dinilai tidak sesuai dengan harapan.