Kemudian, pada 31 Desember 2021, CH ingin menghadiri undangan klarifikasi, namun di Sekretariat DPC Demokrat tidak ada aktifitas. CH diarahkan untuk menemui ketua DPC di Kendari. CH tidak melakukan itu, karena dalam surat panggilan klarifikasi tempatnya di Sekretariat DPC. CH pun tidak bisa memberikan klarifikasi tertulis, karena tidak mengetahui apa yang menjadi pokok pertanyaan.
Baca Juga: Belum Vaksin Dosis II, Guru di Muna Tak Dilayani Sertifikasi dan Tamsil
Dengan isi surat klarifikasi CH itu, Taufan menganggap sah-sah saja sebagai bentuk mencari pembenaran. Namun, pastinya tidak menyentuh subtansi laporan.
"Intinya, ada tidaknya klarifikasi, laporannya tetap berproses," ujarnya.
Kini, laporan MR bersama istrinya IT, sudah sampai di DPP Demokrat. Prosesnya pun terus berjalan. Pastinya, DPP akan memutuskan yang terbaik demi menjaga citra partai. (C)
