Baca Juga: Menelisik Makna Pertemuan Anies dan Gibran
Ini menunjukkan kedua partai itu dalam posisi tidak berimbang. Wajar, Muhaimin geram. Sebab, PKB posisinya saat ini berhasil mengantarkan KH Ma’ruf Amin sebagai wakil presiden mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi). Sisi lain, PKB adalah partai dengan suara peringkat keempat. Sayangnya, terkesan tak ada garansi terhadap Muhaimin sebagai cawapres. PKB juga hanya sebagai partai pelengkap semata untuk memenuhi presidential threshold.
Wacana Prabowo-Ganjar
Wacana memasangkan Prabowo-Ganjar ditenggarai serangan balik dari Gerindra terhadap Muhaimin. Sebab, sebelumnya Muhaimin dapat diduga juga diperioritaskan menjadi pasangan Prabowo. Tetapi, Muhaimin saat bertemu Puan Maharani malah mengeluarkan wacana Puan-Muhaimin. Pernyataan Muhaimin kala itu membuat Gerindra kesal. Sehingga saat ini adalah balasan yang juga membuat Muhaimin meradang, atas wacana Prabowo-Ganjar.
Ternyata, balasan Gerindra lebih menohok karena terjadi di saat Muhaimin sedang menghadapi dilema atas kasus korupsi yang menyeret dirinya, yang sedang coba diungkap kembali oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
