Operasi Mantap Brata didukung oleh dua per tiga kekuatan Polri yang dikerahkan, sedangkan satu per tiga kekuatan Polri lainnya digunakan untuk melaksanakan kegiatan rutin kepolisian.
“Dalam melaksanakan pengamanan Pemilu serentak maka bentuk Operasi Mantap Brata adalah operasi terpusat dan satuan kewilayahan, di mana ada tiga tingkatan yaitu operasi pusat, operasi daerah, dan operasi Polres,” jelasnya.
Baca Juga: Menag Usul Biaya Haji 2024 Rp 105 Juta Per Jemaah
Operasi ketiga adalah Operasi Kontingensi Aman Nusa I, II, dan III. Operasi kontingensi, jelas Fadil, bertujuan untuk menangani gangguan nyata yang bersifat kontnigensi yang disebabkan oleh adanya konflik sosial, bencana alam, dan terorisme.
“Dalam menyikapi kerawanan kontingensi, Polri telah siapkan 25 ribu personel pasukan Brimob, 4.756 pasukan Dalmas Nusantara, 115 personel Densus 88 Antiteror, dan 2.184 personel yang menjadi power on hand Kapolri,” bebernya.
