Sementara rencana jangka menengah,  Asisten III Setda Provinsi Sulawesi Tenggara ini merencanakan master plan secara komprehensif sebagai upaya peningkatan infrastruktur rumah sakit.

"Rencana ini termasuk orientasi vertikal untuk penataan ruang yang lebih efisien dan nyaman. Ini tidak hanya penting bagi pasien tapi juga untuk pengunjung dan staf rumah sakit,” jelasnya.

Prosesnya diharapkan dapat berjalan pada anggaran perubahan tahun ini, paling lambat tahun 2025, setelah master plan disusun dengan baik.

“Rumah sakit adalah bagian penting dari pelayanan publik. Kenyamanan dan keamanan pasien serta pengunjung adalah prioritas utama kami,” imbuhnya.

Baca Juga: Habiskan Dana BUMDes Rp 600 Juta, Pembangunan Dermaga Desa Lelewawo Mangkrak