PDIP-Gerindra masih terus bersama, yakni ketika Prabowo mendukung penuh Basuki Tjahja Purnama (Ahok) berpasangan dengan Jokowi untuk maju dalam Pilkada DKI Jakarta 2012. Prabowo bahkan rela turun gunung mau menemani Jokowi-Ahok untuk mendaftarkan diri menjadi cagub-cawagub DKI Jakarta. Jokowi-Ahok akhirnya menang.
Mendekati Pilpres 2014 silam, drama kekalahan di masa lalu mulai terungkap. Sejumlah elite PDIP menyebut kekalahan Mega-Prabowo kala itu lantaran ketum Gerindra itu tak mau mengeluarkan logistik, meski kekayaannya kala itu hampir Rp 2 triliun.
Baca juga: Akibat Konflik Capres 2024, Puan Maharani Buat Ganjar Seolah Dizalimi PDIP
Pernyataan tersebut terlontar kala itu karena Gerindra menagih komitmen Megawati mendukung Prabowo di Pilpres 2014 yang ternyata diingkari.
Mega dan Prabowo pernah menandatangani perjanjian sebelum keduanya resmi maju di Pilpres 2004 lalu. Naskah yang dirumuskan di Batu Tulis, Bogor, itu berisi kesepakatan antara dua pihak, yakni Megawati dan Prabowo. Dalam kesepakatan ini Prabowo meminta agar diberi keleluasaan mengatur ekonomi Indonesia dan menunjuk 10 orang menteri terkait.
