Baca juga: Revisi UU Pemilu hanya Memperluas Kekuasaan

Hal ini tak lepas dari penempatan kekuatan habitus dan kapital ke dalam sebuah konteks yang harus tepat di suatu arena pemilihan umum tersebut.

Ada beberapa varian yang menurut asumsi penulis terkait kesuksesan Gibran Rakabuming bertaruh di arena Pilkada Kota Solo 2020.

Pertama, Gibran Rakabuming dan Teguh Prakosa didukung oleh partai politk dominan, sementara kandidat lain yang merupakan rival hadir di arena sebagai pasangan calon (paslon) independen atau tidak diusung dari partai politik. Dengan demikian, tingkat akseptabilitas Gibran-Teguh begitu tinggi mengingat parpol pengusung memiliki jaringan suara politik besar.

Kedua, terlepas adanya polemik pro kontra terhadap politik kekerabatan, dan ditambah faktor sebagai anak seorang pejabat politik yang masih berkuasa tingkat popularitas Gibran semakin tinggi.