Baca Juga: Menerka Rencana Jokowi Keliling Indonesia
Selama ini, publik telah berulang kali menyoroti sejumlah persoalan, mulai dari pengelolaan MBG yang buruk, kualitas makanan yang tidak sepenuhnya baik, pengadaan barang yang dianggap tidak sesuai kebutuhan, potensi pemborosan anggaran, hingga tuntutan evaluasi terhadap kepemimpinan BGN, bahkan merombak total kepengurusan dari BGN tersebut.
Terbongkarnya kasus korupsi Dadan menyebabkan publik mengerutkan dahi, seperti penunjukan yayasan mitra yang tidak memenuhi syarat, mark up pengadaan barang, dan dugaan aliran insentif miliaran rupiah setiap hari masuk ke kantong masing-masing, peristiwa ini telah memperlihatkan dengan terang bahwa proyek program strategis diselewengkan oleh Dadan dan kawan-kawan.
Kondisi ini dapat terjadi cenderung dalam waktu lama, karena sikap “membela”, dan mendiamkan dari Pemerintah. Pemerintah malah cenderung merespons negatif terhadap kritik masyarakat tak terkecuali Presiden Prabowo. Misal, ketika soal pengadaan Motor dipersoalkan masyarakat, malah Presiden Prabowo menyatakan jika perlu membuatkan rumah untuk para SPPG. Fakta tersebut menunjukkan pemerintah lebih memilih mengabaikan kepedulian masyarakat.
Presiden Prabowo selama ini telah “dikerjai” dan dibohongi oleh Dadan dan kawan-kawan dalam pelaporan kinerja BGN. Padahal sudah sejak lama disampaikan dan diingatkan oleh Publik, seperti ketika kritik publik dengan mengganti istilah MBG menjadi Maling Berkedok Gizi.
