Baca Juga: Jalan Lingkar Jadi Titik Kemacetan Baru, 5 Tahun Mendatang Kota Kendari Butuh Flyover
Prof. Adris A. Putra, Ketua Umum MTI Sultra menjelaskan bahwa pihaknya selama ini telah melakukan sosialisasi keselamatan lalu lintas, terutama di usia dini pada tingkat SMA, begitupun juga dalam penegakan ODOL yang telah bekerja sama dengan beberapa pihak berwenang di Sulawesi Tenggara.
Prof. Adris menambahkan bahwa ODOL adalah salah satu masalah yang dapat memberikan kerugian ekonomi berdampak besar bagi daerah dan masyarakat.
“Karena kerusakan jalan kita sangat besar akibat ODOL, kerugiannya misalnya Rp 100 miliar umur rencana 10 tahun jalan, tetapi karena lebih tinggi tonase, maka jalan itu cepat rusak, hanya dua tahun digunakan, kerugian ekonomi juga disitu,” tambahnya.
Di samping masalah ODOL, Sultra terkhusus Kota Kendari dihadapkan pada persoalan kemacetan, sehingga pemerintah harus bersiap dan berbenah diri untuk mencegah ledakan populasi kendaraan.
