Baca juga: Lukman Abunawas Ungkap Amdal PT VDNI Belum Tuntas
"Sehingga tidak ada pemilih yang tercedarai akibat statusnya (dan) prosesnya tidak membahayakan petugas yang melakukan pelayanan hak pilih," ungkap Titi, Rabu (17/6/2020), seperti dilansir Medcom.id.
Selain itu Komisioner KPU, Pramono Ubaid Tanthowi, optimistis partisipasi publik tetap tinggi meski pilkada dilaksanakan di tengah pandemi. Sebab partisipasi pemilih di pilkada cenderung meningkat.
Pramono mengungkapkan partisipasi pemilih pada Pilkada Serentak 2015 tercatat 60 persen, Pilkada 2017 74 persen, dan Pilkada 2019 73,2 persen.
Ia mengakui partisipasi pemilih pada pilkada lebih rendah dibanding pemilu nasional. Dia menyadur hasil survei Litbang Kompas pada 8 Juni 2020 terkait partisipasi pemilih yang dianggap menggembirakan.
